Friday, December 23, 2016

MY FINAL FANTASY XV REVIEW

Butuh waktu 10 tahun bagi Square Enix sebelum bisa mengeluarkan Final Fantasy XV.
Tetsuya Nomura membutuhkan waktu selama 6 tahun untuk mengembangkannya, sebelum mengoperkannya ke Hajime Tabata di tahun 2012.
Hajime Tabata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum akhirnya "menyelesaikan" game ini dan mengeluarkannya.
Kenapa saya pakai tanda petik? Karena Tabata mengumumkan akan mengeluarkan DLC yang menambah kaya cerita Final Fantasy XV, jadi nggak bisa dibilang selesai 100% juga.

Saya nggak akan berkomentar soal konsep mana yang lebih baik, Tabata atau Nomura, karena yang penting bagi saya game ini sudah rilis. Titik.
Harus diakui bahwa cerita game ini memang memiliki banyak bolong, tapi seperti yang sudah diungkit sebelumnya, kita tunggu saja DLC-nya kelak.
Toh kita juga nggak bisa jamin kalau cerita Tabata akan lebih baik atau tidak...

OK, selesai sudah pendahuluannya.
Sekarang mari saatnya saya utarakan pendapat saya mengenai game akhir tahun ini.

FINAL FANTASY XV


Cerita diawali dengan bachelor party untuk Noctis yang diadakan di sepanjang perjalanan menuju kota tujuan.
Dari sekedar hahahihi, bantai monster dan jadi tukang suruh, berubah jadi pertarungan melawan Imperial.
Mengingat Tabata merupakan sosok yang juga menulis cerita Final Fantasy Type 0, sebetulnya endingnya sudah bisa ditebak sih.
Ada harapan tipis kalau dia akhirnya memutuskan ke "sisi lain", but nope.... Dia masih mencintai akhir cerita tragis dan harus ada BANYAK pengorbanan.
Satu atau dua karakter mati? Ah, sudah biasa.... 
Di FF Type 0, dia sudah membantai lebih dari 12 karakter (utama dan support character) untuk mencapai ending cerita game tersebut.
Di FFXV ini? Hahahahahahaha, tonton youtube aja deh.

Soal banyak keluhan mengenai betapa pendeknya Final Fantasy XV, itu sepertinya tergantung cara kalian main.
Mau tamat dalam waktu 20 jam saja? Bisa. Fokus saja ke cerita utama, hiraukan side quest serta grinding.
Dengan item yang cukup dan skill yang oke (warp all the way), bisa tercapai kok. 
Saat saya berada di chapter 3, waktu di save point memperlihatkan 22 jam... Dan itu pun belum menyelesaikan sebagian besar quest!
Itu juga sudah didukung oleh Chocobo dan mobil, jadi nggak sepenuhnya lari selama 4 hari dalam game....

Sekarang mari kita bahas mengenai systemnya.
Harus diakui bahwa battle systemnya jauh lebih simpel dibandingkan FFXIII.
Mengaktifkan Wait Time memberikan waktu lebih banyak untuk menentukan strategi, sekaligus menganalisa kelemahan musuh.
Jika kalian dalam kondisi terjepit dan nyaris kehabisan MP, segera lakukan Warp ke Point Warp untuk menyembuhkan MP.
Untuk damage yang lebih besar, manfaatkan Warp Strike atau Blind Strike (menyerang dari belakang musuh).
Saat menggunakan item, battle akan berhenti sesaat sehingga kalian tidak perlu panik.

Boyband team
Prompto, Gladio dan Ignis merupakan karakter yang cukup bisa diandalkan, terutama dengan Link Skill serta kemampuan yang dimiliki mereka.
Butuh waktu untuk menyembuhkan diri serta menghindar dari musuh? Manfaatkan perintah Regroup dari Ignis.
Mereka juga bisa menggabungkan kekuatan dengan Noctis, yang disebut sebagai Link System.
Gabungkan dengan Ascension (sistem level up untuk skill), maka kalian bisa mendapatkan damage yang cukup besar.

Selain Warp, Magic juga merupakan salah satu elemen yang sangat berguna.
Magic harus "dibuat" dengan mengkombinasikan elemen dengan item, dan tergantung item apa yang kalian pakai maka efek magic bisa berbeda.
Misalnya magic yang bisa melipat gandakan exp yang didapatkan, atau magic yang bisa dikeluarkan dua kali.
Elemen bisa didapatkan dengan menghisap sumber elemen di dekat Camp, di"jatuhkan" musuh, atau berbagai sumber di dalam dungeon.

Selanjutnya, mari membahas masalah transportasi.
Sejak awal Regalia, alias mobil, sudah bisa diakses dan mempermudah perjalanan kalian.
Ignis akan mengendalikan mobil jika kalian malas mengemudi, tapi dia akan menolak mengemudi di malam hari.
Jadi malam hari kalian harus mengambil alih kemudi Regalia.
Di malam hari, kalian mungkin akan bertemu monster Daemon yang cukup kuat dan disarankan untuk dihindari, terutama jika level kalian masih rendah.
Di chapter 3, kalian bisa mendapatkan akses untuk Chocobo, yang lebih cepat dibandingkan berjalan kaki.

Pilihan transportasi ini tentu saja sangat membantu, karena peta tergolong luas dan menjelajah dengan jalan kaki akan memakan waktu SANGAT lama.
Peta FFXV memang tidak sebesar, katakanlah Skyrim, tapi tetap saja memakan waktu untuk dijelajahi.
Banyak item tersebar di seluruh World Map, mulai dari item yang bisa dijual sampai bahan masakan.

Sistem level up di Final Fantasy XV mengharuskanmu untuk "tidur", baik di Hotel, Caravan atau di Camp yang tersebar di seluruh peta.
Tergantung lokasi dimana kamu tidur, experience point yang didapatkan dari quest atau bertarung, bisa dilipat gandakan.
Semakin mahal tempat menginap, semakin tinggi juga poin penggandaan.
Sedikit berhubungan dengan Field, tiap karakter memiliki Skill yang berbeda. Ignis memiliki Cooking, Prompto memiliki Photography, Gladio memiliki Survival , dan Noctis memiliki Fishing.
Skill Prompto sebenarnya tidak terlalu berguna, namun sisanya cukup membantumu bertahan hidup.

Fishing, hobby sampingan sang Pangeran
Secara keseluruhan, Final Fantasy XV cukup menarik untuk dimainkan.
Penantian 10 tahun cukup terbayar, sisa masalahnya... kita lihat saja di DLC mendatang kelak.
Memang masih terdapat beberapa glitch, tapi seiringan dengan rilisnya patch yang dikeluarkan Square Enix, maka glitch ini pasti bisa teratasi.
Satu-satunya hal yang menurut saya paling menjengkelkan dari game ini adalah.... WAKTU LOADING!
Loading Final Fantasy XV benar-benar mengetes kesabaranmu, karena bisa memakan waktu paling tidak 1 menit sendiri.
Semoga hal ini bisa diperbaiki ASAP oleh Square Enix....

Glitch pertama...


No comments:

Post a Comment